DENPASAR, KOMPAS.com — Selain membantah melakukan pelecehan seksual, Anand Krishna juga menganggap laporan kedua pelapor tidak masuk akal. Menurut pengakuan keduanya, pelecehan dilakukan pada bulan Oktober 2009 saat melakukan ritual secara privat. Sementara itu, Anand Krishna sudah tidak memberi ajaran secara privat sejak beberapa tahun lalu.
"Oh tidak sama sekali, dan saya tidak memberikan, saya tidak menangani seseorang secara langsung, tidak pernah. Sudah 5-6 tahun saya tidak pernah tangani orang secara langsung. Jadi, tuduhan itu sama sekali tidak punya ground-nya," ujar pria yang kini berusia 54 tahun tersebut.
Jika Anand saat ini memimpin suatu pertemuan di organisasi, hal itu diikuti oleh puluhan peserta dan dilakukan secara terbuka. "Secara umum pun saya punya public meeting (group session) itu minimal 30-40 orang, bahkan kadang-kadang seratusan orang lebih," tambah pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, ini.
Anand berharap, permasalahan ini dapat diselesaikan secara damai. ”Saya juga ingin menjelaskan bahwa bagi saya segala macam persoalan itu, keyakinan saya, bisa diselesaikan dengan cara cinta kasih. Jadi, saya selalu mengatakan love the only solution. Solusi satu-satunya adalah cinta kasih dan saya kira tidak ada masalah sebesar apa pun juga," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang